Produk Hukum

Berikut adalah produk hukum (Surat Keputusan, Surat Edaran, dll) yang diberlakukan oleh Yayasan Graha Bakti Negara (YGBN) kepada unit di bawah naungan YGN :

INSTRUKSI KETUA YAYASAN (dalam Rapat Pimpinan, Dies Natalis ke-37 di Baleendah 14 Januari 2023).

Yayasan mempunyai media online berupa Website (https://ygbn.or.id), dalam upaya pengenalan visi, misi, cita-cita, anggota, dan peraturan Yayasan yang berlaku bagi seluruh Lembaga naungan Yayasan Graha Bakti Negara. Website ini adalah media instruksi peraturan yayasan dan produk hukum yayasan yang berlaku untuk lembaga yang berada di bawah naungan yayasan.

INTRUKSI UMUM

  • URUSAN DI UNIT MASING-MASING

    1. Untuk memudahkan koordinasi antara pengelola dan penyelenggara sekolah (yayasan) maka diaturlah SUB YAYASAN/PERWAKILAN/PENANGGUNG GUGAT yang diberi nama UNIT  untuk wewenang tertentu antara lain:
    2. ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN
      Pembuatan dan Pengelolaan –Pengarsipan Surat M/K
    3. KEUANGAN /KERUMAHTANGGAAN
      Pengelolaan dan pelaporan SDPY, SPP, Dana Bos dll
      Penentuan Honorarium  (sesuai kemampuan Unit)
    4. SARANA/ PRASARANA
      Pembangunan/Pengadaan SARPRAS)
    5. TEKNIS KBM:
      Kurikulum, Kesiswaan, Humas dll.
  • URUSAN TERPUSAT

    1. Kelembagaan (Organisasi)
      • Pembukaan sekolah baru/jurusan baru
      • Peminadahan lokasi
      • Pembentukan badan usaha baru (CV, PT, dll)
      • Pendampingan kinerja unit-unit
      • Pengawasan/Pembinaan unit-unit
      • Mendampingi Ketua Unit untuk urusan hukum/advokasi
    2. Ketenagaan
      • Pengangkatan/pemberhentian pegawai atas usulan ketua unit
      • Penentuan Status Kepegawaian (GTT-GTY)

INTRUKSI SURAT-MENYURAT

Legal Drafting SK/SE yayasan diinstruksikan sama : 

  1. SK Pengangkatan Guru Honor Sekolah (GHS) menjadi Guru Tetap Yayasan (GTY)
  2. SK Pengangkatan Guru sebagai Kepala Sekolah/Wakasek/Bendahara/TU/Penjaga, dst.
  3. SK Guru/TU/Periodik dan Tenaga Out-sourcing.
  4. SK Komite Sekolah (oleh Kepala Sekolah) diketahui oleh Ketua Unit.
  5. SK / SE lainnya yang dikeluarkan Yayasan
  6. Tentang kode surat sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah, silahkan disesuaikan dengan petunjuk dinas pendidikan.

INTRUKSI BIDANG PENGELOLAAN

  1. Semua guru wajib nama nya tercantum di pddikti.kemdikbud.go.id dan lolos verval ijazah di ijazah.kemdikbud.go.id
  2. Kepala Sekolah wajib namanya tercantum di pddikti.kemdikbud.go.id dan ijazahnya lolos verval di ijazah.kemdikbud.go.id, wajib S2 dan atau mempunyai Sertifikat Kepala Sekolah atau paling sedikitnya mempunyai Sertifikat Guru Penggerak.
  3. Batas pensiun di Yayasan untuk Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah 60 tahun.
  4. Setiap Sekolah harus menuju modernisasi dalam pelaksanaan penilaian siswa (PTS/PAS, Ulangan Harian, US).
  5. Semua insentif adalah berasal dari Dana Taktis Yayasan. Pengawasan / Pemeriksaan Ujian adalah tupoksi guru, tidak dibayar sebagai insentif namun hanya konsumsi dari BOS sekolah masing-masing.
  6. Semua guru yang mengajar, diprioritaskan guru yang linear dengan pelajaran yang diampu-nya.
  7. Guru BK/BP wajib linear sesuai ijazah.
  8. Guru sertifikasi tidak boleh dihonor dari sumber dana yang sama dengan BOS / BPMU, sehingga sumber honor guru sertifikasi adalah dari dana Taktis Yayasan.
  9. Bimtek Guru / In-House Training (IHT) harus diadakan minimal satu kali dalam satu tahun.
  10. Sekolah tidak boleh menahan ijazah.
  11. Ekstrakurikuler pramuka adalah wajib.
  12. Sekolah harus mengadakan dan memberdayakan Tim IT guna memanfaatkan inovasi teknologi 4.0.
  13. Sekolah harus mempunyai nilai sekolah masing-masing yang dibuat dan disetujui bersama

INTRUKSI BIDANG SARPRAS

  1. Setiap sekolah harus mempunyai website sekolah
  2. Setiap sekolah harus mempunyai ruangan UKS, BK, TU, dll yang menunjang.
  3. Jumlah WC harus edeal (1 : 25), WC Guru dan Murid L/P terpisah.
  4. Setiap sekolah harus menyediakan tempat ibadah
  5. Setiap sekolah harus memenuhi kriteria bangunan antisipasi gempa.
  6. Setiap sekolah harus membuat alur evakuasi darurat bencana gempa.
  7. Setiap sekolah harus mempunyai parkir guru dan siswa
  8. Setiap sekolah harus mempunyai sarana keamanan seperti CCTV, juru parkir, dan penjaga sekolah.
  9. Setiap sekolah harus memperhatikan kerindangan sekolah.
  10. Setiap sekolah harus mempunya buku Daftar Inventaris Sekolah

INTRUKSI BIDANG KESISWAAN

  1. Setiap unsur sekolah harus mendisiplikan siswa dalam berpakaian dan ucapan.
  2. Setiap unsur sekolah harus mempunyai peraturan tertulis tentang hukuman dari pelanggaran tata tertib sekolah.
  3. Setiap unsur sekolah harus bisa mengontrol siswa/i di lingkungan sekolah dalam penggunaan HP/Smartphone.
  4. Setiap sekolah harus mempunyai pakaian/batik ciri khas sekolah tersebut.
  5. Setiap sekolah harus mempunya role model dari guru dan siswa, dicetak dan diinformasikan kepada khalayak sekolah.

 

UPDATE MARET 2023 :

SURAT EDARAN KETUA YAYASAN GRAHA BAKTI NEGARA

No. 01/ YGBN/SE/III/2023

TENTANG

PENGATURAN STRATA GURU  DI LINGKUNGAN YAYASAN GRAHA BAKTI NEGARA

 

GURU HONORER SEKOLAH (GHS):

  1. Guru Honorer Sekolah (GHS) adalah guru yang masih status mahasiswa (Mahasiswa D1, D3 dan S.1), diangkat dengan SK Kepala Sekolah masing-masing.
  2. Guru honorer sekolah belum diberi NIP. (Guru sementara)
  3. Seleksi penerimaan dilakukan oleh TIM Sekolah (Unsur Pimpinan sekolah), seleksi administrasi dan seleksi Microteaching baik langsung ataupun pengiriman Vidio dengan durasi 5-10 menit tujuannya agar terseleksi baik  persyaratan administrasi maupun kemampuan mengajar.
  4. Kepala Sekolah berkoordinasi dengan ketua unit sekolah masing-masing.
  5. Catat di buku daftar guru honorer (No, Tanggal (TMT), Nama, Status pendidikan/Mahasiswa, mengajar mata pelajaran, jumlah jam pelajaran, keterangan)
  6. Pemantauan pelaksanaan KBM secara berkala minimal 3 bulan sekali oleh Kepala sekolah, jika memenuhi persyaratan pertahankan dan jika tidak berkompeten dalam tugasnya dan tidak berintegritas agar di berhentikan dengan cara yang baik oleh Kepala Sekolah mengingat SK awal dikeluarkan oleh Kepala Sekolah.

 

GURU TIDAK TETAP YAYASAN (GTTY):

  1. Guru Tidak Tidak Tetap Yayasan (GTTY) adalah guru yang melamar dan diterima dengan Status S.1 diangkat dengan SK Ketua Yayasan Graha Bakti Negara.
  2. Guru Tidak Tetap Yayasan (GTTY) Kepada yang bersangkutan diberikan NIP-GTTY :

Contoh :

2023.0304.2.001

2023  adalah tahun pengangkatan
0304  adalah tanggal dan bulan pengangkatan
02 adalah nomor unit sekolah yang mengangkat
001 adalah  nomor urut guru di unit sekolah masing-masing

Keterangan Nomor Unit Sekolah:

  • Unit I  SMP Bina Negara 1, Ketua Unit  Agus Purnam Hidayat, S.Pd.
  • Unit 2 SMP Bina Negara 2, Ketua Unit  Dadan S. Permana, S.H., M.H.
  • Unit 3 SMA Bina Negera, Ketua Unit Hj. Imas Nur Hayati, M.Pd., M.M.
  • Unit 4 SMK Bina Negara, Ketua Unit  Sunsun P.  Yogaswara, S.Pt., M.P.
  • Unit 5 SMK Kharisma Nusantara, dr. Sunarti Irmayani
  • Unit 6 TK/PAUD , Ketua Unit H. Sunsun P. Yogaswara, S.Pt., M.P.
  • Unit 7 MI , Ketua Unit Ketua Unit H. Sunsun P. Yogaswara, S.Pt., M.P.
  • Unit 8 Mts KN, Ketua Unit Ketua Unit  Sunsun P. Yogaswara, S.Pt., M.P.
  • Unit 9 MDTA/RQ/MT Al Ayyubi, Ketua Unit Dadan S. Permana, S.H., M.H.

Catatan Lain :

  1. Seleksi penerimaan dilakukan oleh TIM Sekolah dan Ketua Unit/Yayasan seleksi administrasi dan seleksi Microteaching baik langsung ataupun pengiriman Vidio dengan durasi 5-10 menit tujuannya agar terseleksi baik  persyaratan administrasi maupun kemampuan mengajar.
  2. Kepala Sekolah berkoordinasi dengan ketua unit sekolah masing-masing/Yayasan. Yang menentukan kelulusan/diterima menjadi Guru GTTY adalah Ketua yayasan atas saran dari Ketua unit dan Kepala Sekolah;
  3. Catat di buku daftar guru GTTY ( No urut, Nama, NIP GTTY, TMT, Lulusan PT/UN, Status pendidikan S.1, S.2., Guru bidang studi, jumlah jam pelajaran, keterangan) Jika berasal dari guru honorer poin 1 di atas catat di kolom keterangan sejak kapan mengajar di sekolah tersebut (TMT).
  4. Pemantauan pelaksanaan KBM secara berkala minimal 3 bulan sekali oleh Kepala sekolah, jika memenuhi persyaratan pertahankan. Jika tidak berkompeten dalam tugasnya dan tidak berintegritas sebagai GTTY setelah diperingatkan denghan cara yang baik namun tidak ada perubahan pada dirinya, Kepala Sekolah agar meminta yang bersangkutan untuk mengundurkan diri sebagai GTTY, atau Kepala Sekolah dan Ketua Unit mengusulkan kepada Ketua Yayasan untuk di berhentikan. Untuk itu Ketua yayasan akan mengeluarkan SK pemberhentian kepada yang bersangkutan dan dicabut hak-hak dan kewajibannya sebagai guru (GTTY).
  5. Status GTTY akan berlangsung selama 2 (dua) tahun jika guru yang bersangkutan berdedikasi baik dan memenuhi persyaratan untuk diajukan secara tertulis oleh Kepala Sekolah/Unit Sekolah kepada Ketua yayasan sebagai Guru Tetap Yayasan (GTY).
  6. Pada setiap bulan Juni akhir semester, yayasan melalui unit masing-masing akan memberitahukan daftar nama-nama guru yang dipanggil untuk mengisi jadwal pelajaran pada tahun ajaran berikutnya berdasar hasil evaluasi yayasan dan ketua Unit sekolah (akan dimuat pada Website sekolah/Yayasan).

GURU TETAP YAYASAN (GTY):

  1. Guru Tetap Yayasan (GTY) adalah guru yang sudah mengabdi minimal selama 2 (dua) tahun menurut ketentuan baru ini  (lihat SK pengangkatan GTTY baru) yang sudah lolos seleksi admintrasi dan dinyatakan dengan penilaian “Layak” dari Surat keterangan Kepala Sekolah dan Ketua Unit. Selanjutnya Ketua Yayasan akan menerbitkan SK Pengangkatan sebagai Guru Tetap Yayasan (GTY).
  2. Guru Tetap Yayasan (GTY), kepada yang bersangkutan diberikan NIP-GTY :
  3. Catat di buku daftar guru GTY Unit (No urut, Nama, NIP GTTY, NIP GTY, Nama, Lulusan PT/UN, Status pendidikan, mengajar bidang studi, jumlah jam pelajaran, keterangan) Catat di kolom keterangan sejak kapan mengajar di sekolah tersebut (TMT).
  4. Yayasan membuat Buku Induk Pegawai dan Guru se yayasaan yang sumbernya dari buku catatan pegawai yang ada di unit masing-masing, terutama untuk catatan guru yang berstatus GTTY dan GTY.
  5. Pemantauan pelaksanaan KBM secara berkala minimal 3 bulan sekali oleh Kepala sekolah, jika memenuhi persyaratan pertahankan. Jika tidak berkompeten dalam tugasnya dan tidak berintegritas sebagai GTY setelah diperingatkan denghan cara yang baik namun tidak ada perubahan pada dirinya, Kepala Sekolah agar meminta yang bersangkutan untuk mengundurkan diri sebagai GTY, atau Kepala Sekolah dan Ketua Unit dan mengusulkan kepada Ketua Yayasan untuk di berhentikan. Untuk itu Ketua yayasan akan mengeluarkan SK pemberhentian kepada yang bersangkutan dan dicabut hak-hak dan kewajibannya sebagai guru (GTY).
  6. Pada setiap bulan Juni akhir semester, yayasan melalui unit masing-masing akan memberitahukan daftar nama-nama guru yang dipanggil untuk mengisi jadwal pelajaran pada tahun ajaran berikutnya berdasar hasil evaluasi yayasan dan Ketua Unit sekolah (akan dimuat pada Website sekolah/Yayasan)
  7. Ketentuan penerimaan/pengangkatan tenaga kependidikan (Tata Usaha/Tata Laksana) masih menggunakan ketentuan/kebiasan yang telah berjalan sebelumnya.
  8. Poin-poin tertentu berlaku pula bagi Guru/Pegawai yang sudah mengabdi sebagai GTTY/PTTY, mengabdi lebih dari 2 (dua) tahun dan berdedikasi baik akan ditetapkan senagai GTY/PTY. Untuk itu kepada Para Kepala Sekolah dan Ketua Unit silahkan mengajukan perubahan/peningkatan Status untuk GTTY/PTTY jika sudah sesuai dengan ketentuan ini.
  9. Untuk keseragaman bentuk dan narasi SK baik untuk Guru Honorer Sekolah (GHS), Guru Tidak Tetap Yayasan (GTTY) dan Guru Tetap Yayasan (GTY) akan dibuat format SK yg distandarkan.

Demikian agar para Ketua Unit/Kepala Sekolah mempedomani dan mensosialisasikan di unit masing-masing.

 

Bandung, 21 Maret 2023
Ketua YGBN

Ttd.

DADAN S PERMANA, S.H. M.H.